Mengingatkan mu

Laki-laki, makhluk yang di dirinya hampir penuh dengan ego. Dan barangsiapa yang menyerah begitu saja, bisa kalah, bahkan bila harus memilih antara ego atau cinta.
Mengingatkanmu, aku merasa perlu. Tak peduli bahwa aku masih kurang sempurna. Tak peduli seberapa buruknya aku, di mata dunia. Mungkin bagiku, kau tak layak salah berkali-kali. Kau calon pemimpi keluarga. Dan ibarat sebuah kapal, kau adalah nakhoda. Perbaikilah, sebelum terlanjur kau salah melangkah.
Mengingatkanmu, aku harus berjuang lebih dulu dengan pikirku. Berharap kau tidak tersinggung dan menyalahi niat baikku. Tak pernah ingin kulangkahi egomu. Menyakitinya atau mengalahkannya. Itu tugasmu.
Mengingatkanmu, aku tidak bisa sembarangan. Ada kekhawatiran kelak nanti kau akan sungkan, berbagi cerita kau enggan.
Mengingatkanmu, aku ingin kita membaik bersama. Bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Bukan. Karena cinta adalah berjalan beriringan, bukan berlomba menjadi pemenang.
Mengingatkanmu, berarti aku peduli. Sayangku lebih luar biasa dari rasa khawatirku bahwa kau akan marah.
Ingat ini, ketika aku mengingatkanmu. Suatu waktu nanti. Barangkali

No comments:

Post a Comment